Jumat, 09 September 2011

Selamat Pegantin Baru Daun



Ikhlas ku hadiahkan fotoku yang tersenyum ini sebagai kado pernikahanmu sayang. Aku mencintaimu bukan karena kau mencintaiku tapi karena Allah menitipkan dirimu untuk selalu ku sayangi. Perasaan ini masih utuh untukmu Daun.

Embun setia menunggu Daun...

I Love U because Allah.

Kamis, 08 September 2011

Kado terindah... dari Dalaf..

Kala ku tak bisa berbuat apa


Tersenyum adalah obat bagiku melawan semua rasa ini. Aku tetap ingin bahagia untuknya. Karena aku tak mau dia datang terkesan sebagai perusak. Aku mau dia yakin, kalau dia adalah yang paling berharga buat aku. Tak mungkin aku marah kepadanya seprti yang dia minta. Mungkin dia menganggap aku UNIK. Tapi yang pasti aku hanya seorang yang sederhana. Yang selalu tersenyum. Meskipun banyak masalah atau lagi diuji. Apatah lagi harus marah-marah. Aku hanya belajar untuk bersabar.

Aku yakin aku akan bisa tersenyum selalu untuk Allah... dan semua ciptaan-Nya

Senyum ikhlasku sebagai kado tuk merestui pernikahan Daunku TERCINTA



Ya Allah

Aku tak punya kaki tuk melangkah ke haribaan dalam rumah tangga. Tak juga punya kuasa menemani setiapnya melelapkan mata. Tak juga bisa meminjamkan bahuku untuk dia bersandar. Tak juga bisa meminjamkan kedua-dua pahaku tempanya terlelap setiap di lagi dalam derita.

Ya Allah...

Mulai besok aku tak bisa lagi memanggilnya SAYANG, CINTA, BUAH HATI, INTAN PAYUNG, DLL.
Di blog mungkin aku bisa memanggilnya Dalaf, Daun, atau Kanda. Ketika ku merindukannya, itu sudah jadi rindu terlarang. Ketika ku mencintainya itu menjadi cinta terlarang. Ketika ku menyayanginya jadi sayang terlarang.

Ya Allah...

Engkau tak akan menguji hamba kalau hamba tak sanggup.

Kabulkanlah doa hamba ya Allah. Jadikanlah rumah tangga Dalaf dan Meysa Putia rumah tangga yang sakinah mawaddah warahhmah. Karuniakanlah mereka kebaikan dan kemuliaan. Karuniakanlah mereka putra-putri yang shaleh dan shalihah.

Tak bisa ku menghadiahkan sesuatu selain doa dan restu yang ikhlas dariku.

Kanda... izinkan dinda tetap rebah di hati kanda

Subuh yang dini

Ku terbangun di tengah-tengah tidur yang panjang. Keharibaan-Nya ku bersimpuh diri memohon ampun dan bertaubat. Aku tumpahkan semua tangis, agar lenyap semua beban di hati.

Hanya kepada-Nya ku bisa hapus titik hitam yang ada di hatiku akibat kehadiran sebuah cinta yang benar-benar menggetarkan hati.

Aku tetap bersyukur kepada-Nya. Karena dia masih hidup. Bukan itu yang terpenting.

Rabu, 07 September 2011

Jadi DUKUN

Pengalaman yang sungguh aneh dalam hidupku ketika jadi penghalau hantu. Aku tak tahu namanya apa. Yang jelas semalam aku telah mengikuti saran salah satu dosen yang bernama Siti Rubiah. Aku mencoba membaca ayat apa saja yang hafal olehku, dan menghembus sekuat-kuatnya ubun-ubun mahasiswaku yang bernama Rifa.

Aku baru kali ini terjun langsung menangani mahasiswa yang kemasukan. Terasa aneh memang. Tapi apa lagi. Percaya saja. Mungkinkah aku dikatakan sebagai dukun? atau apalah. Alhamdulillah anak itu sudah baikan. Lalu ku ajak dia ruang prodi sambil mendengar ceritanya.

Sebagai Ketua prodi aku dituntut menjadi seorang ibu. ya begitulah adanya aku yang harus tunduk dengan keadaan yang berlaku. Semoga semua bisa berjalan lancar.

Terima kasih Allah.

Senin, 05 September 2011

Ya Allah... jantungku terasa mau copot. Melihatnya dengan Meysa di parkiran. Tak kuat aku memicu motorku. Tersa darah segar menuju otakku.

Ya Allah...

Dosa apa yang telah aku lakukan? Sehingga begitu susah menghadapinya.

Aku ingin pergi Ya Allah. Aku mencoba bicara mau S3 dengan PR 2 tadi. Tapi tak diizinkannya. Ya Allah. Aku ingin lari. Lari. Lari menujuMU.

Kabulkan doaku Ya Allah untuk S3. Berikan jalan kepada hamba.

Aku tak kuat Ya Allah. Aku tak kuat. Benaran tak kuat. Tak kuat.

Kenangan Bersama PMRM

STRUKTUR KEPENGURUSAN

PENGURUS PERSATUAN MAHASISWA RIAU MALAYSIA

(PMRM)

PERIODE 2010/2011
A. DEWAN PELINDUNG

1. GUBERNUR PROVINSI RIAU

2. WAKIL GUBERNUR PROVINSI RIAU

3. KETUA DPRD PROVINSI RIAU

4. KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI RIAU
B. DEWAN PENASEHAT
1. PROF. (MADYA) DR. MUJIBURRAHMAN

(Universiti Tenaga Nasional Malaysia)

2. ABDUL HALIM MAHALLY, BA, LL.B (HONS), MPIR

Program S-3 Strategic & Security Issues - Universiti Kebangsaan Malaysia

3. Drs. TOHIRIN, MP.d

Program S-3 Counselling – Universiti Kebangsaan Malaysia

4. KHUZAIMAH ARIFIN, MSc.

Program S-3 Faculty of Engineering – Universiti Kebangsaan Malaysia
C. MAJELIS KONSULTASI

1. DRS. SYAMSI HASAN, M.Ed

2. AWITDRUS, S.Si, M.Si.

3. HM. RIZAL AKBAR, M.Phil, S.Si

4. M. YUNUS JUNAIDI, MA

5. NASROL AKMAL, S.Ag , M.Ed

6. SAID FHAZLI, S.Si, M.Sc

7. HUSNUL KAUSARIAN, B.Sc (Hons), M.Sc



D. KEPENGURUSAN INTI
1. KETUA UMUM : ADE FAJAR WIRAWAN S., B.Sc (Hons)

Program : S-2

Jurusan : Bioteknologi Tumbuhan

Fakultas : Sains Teknologi

Institusi : National University of Malaysia



2. KETUA I : ISMAIL MARZUKI, ST

Program : S-2

Jurusan : Sains Pembangunan

Fakultas : Sains Sosial dan Kemanusiaan

Institusi : National University of Malaysia



3. KETUA II : FARHAN RIANTORI

Program : S-1

Jurusan : Human Science

Fakultas : History and civilization

Institusi : International Islamic University of Malaysia
4. SEKJEND : EKO HERO, S.Sos

Program : S-2

Jurusan : Media dan Komunikasi

Fakultas : Sains Sosial dan Kemanusiaan

Institusi : National University of Malaysia



WAKIL SEKJEND I : EPTA INGGIE ARTHA

Program : S-1

Jurusan : Media dan Komunikasi

Fakultas : Sains Sosial dan Kemanusiaan

Institusi : National University of Malaysia
WAKIL SEKJEND II : ASTRI AYU PURWATI

Program : S-1

Jurusan : Bioteknologi dengan Manajemen

Fakultas : Sains dan Teknologi

Institusi : National University of Malaysia
BENDAHARA UMUM : MARDALISA

Program : S-1

Jurusan : Bioteknologi dengan Manajemen

Fakultas : Sains dan Teknologi

Institusi : National University of Malaysia



WAKIL BENDAHARA I : SASTYA WIRANDA

Program : S-1

Jurusan : Sains Laut

Fakultas : Sains dan Teknologi

Institusi : National University of Malaysia



WAKIL BENDAHARA II : RIRA RAHAYU ARRIDHA


DEPARTEMEN DANA DAN USAHA

KETUA DEPARTEMEN : ROZIAH BURHAN, SPd.

Program : S-2

Jurusan : Linguistik

Fakultas : Sains

Institusi : National University of Malaysia
A. DIVISI PERENCANAAN USAHA

Kepala Divisi : RAJA REZA FAHLEVI

Program : S-1

Jurusan : Oleokimia

Fakultas : Sains dan Teknologi

Institusi : National University of Malaysia

Anggota

1. Dwi Yuniarti

2. Finda Ivo Yolanda

3. Cici Juliana
B. DIVISI PELAKSANA DAN PEMASARAN USAHA

Kepala Divisi ERMAWATI. S

Program : S-2

Jurusan : Linguistik

Fakultas : Sains Sosial dan Kemanusiaan

Institusi : National University of Malaysia

Anggota

1. Rindi Genesa

2. Shelly Mardia Faizi

3. Rohan Syauki

4. Sumarni

5. Annisa Sarw

5 Beradik

Lebaran Bersama Keluarga



ALhamdulillah aku bisa menikmati lebaran ini bersama keluarga tercinta. Keluargaku masih lengkap. Apatah arti duka yang kurasakan saat ini bila dibandingkan kebahagiaan bersama keluarga tercinta. Terima Kasih ya Allah. Terima kasih Bapak, Mak, Yong dan Adek-adek.  

Memenuhi Permintaannya...

Saat aku membuka mata pagi tadi, memang tak bisa aku nafikan wajahnya adalah pertama yang menghadiri mataku. Entah sampai kapan ini akan terjadi.

Saat aku menggosok mata, terlihat cincin yang sudah lama melingkar di jari tengahku. Aku teringat permintaannya semalam untuk aku menjalani hidupku.

Salah satu cara aku harus membuang semua kenangan tentangnya. Menghapus foto-fotonya. Mengubur semua barang-barangnya. Termasuk juga melepaskan cincin yang melingkar ini.

Jujur saja. Terasa sesak nafas ini. Berkali-kali aku melepaskannya tak berhasil. Akhirnya aku menarik nafasku dalam-dalam mencoba untuk ikhlas dengan semua ini. Akhirnya aku berhasil juga. Tanpa sadar air mata ini membasahi pipi yang semalaman terkeringkan oleh tidurku yang panjang.

Aku harus ikhlas melalakukan itu.

Ya Allah. Peluk aku. Bantu aku tuk menjalani hidupku. Sesungguhnya Engkau lebih dekat denganku dari urat leherku.

Aku hanya memenuhi permintaanya. Mengabulkan keinginan orang yang paling aku sayang.

Kenapa dia meminta aku melakukan sesuatu yang menetang kodratku Ya Allah. Terlupakah dia sesungguhnya engkaulah yang menghadirkan rasa cinta di hati hamba untuknya.

Ya Allah. jika rasa itu baik untukku, untuk agamaku, untuk keluargaku maka kekalkanlah. Jika tidak maka tariklah. Biar hamba bisa bersabar.

Mengingat Permintaannya

Kaget sungguh... subuh dapat telp dari mahasiswa yang menyatakan cinta. Seorang mahasiswaku dulu yang pernah ku ajari waktu jadi asisiten dosen di UNRI.

"Bolehkah saya mengisi kekosongan hati ibu?"

Sungguh terasa aneh mendengar perkataan mahasiswaku tersebut yang lebih tua dariku sebenarnya. ANEH. Aku coba meniadakan ucapan tersebut. Aku mengabaikannya.

Kenapa aku begitu sulit untuk percaya pada lelaki saat ini. Apakah aku trauma oleh lelaki yang tak ingin ku sebut namanya lagi atau apa ya?

Aku ingin menjalani hidupku sendiri saja. Bahkan aku ingin jauh dari semua orang yang aku kenal. Aku benar-benar ingin sendiri. Tak bisa dijangkau oleh siapapun.

pencraianku di subuh yang dini ini membuat aku merasakan damai menikmati angin segar  yang menyelinap masuk ke rumahku.

Permintaannya yang mengajarkan aku keindividuallanku saat ini. Sampai nanti aku bisa menghapus semua kenangan yang tak lagi boleh aku goreskan. Karena setiap kali aku menggores tentangnya di sini, itu berarti aku masih mencintainya. Jika aku masih mencintainya itu berarti aku tak bisa memenuhi permintaan orag yang paling aku cintai saat ini. Dia pasti tidak akan bahagia jika aku tak bisa memenuhi permintaannya.

Hidup aku tak lagi aku rasa punya arti, jika aku tak bisa membahagiakannya.

Minggu, 04 September 2011

Surat Tuk Daun

Siak Hulu, 04 September 2011
Teristimewa buat Kanda Tercinta


Doa dan harapanqu di ujung magrib ini, semoga Allah tetap memayungi rahmat dan hidayahnya buat kanda dan orang-orang yang kanda sayang. Keadaan dinda di sini Alhamdulillah baik-baik saja.

Maafkanlah dinda yang tak mampu berkata-kata saat kanda di rumah tadi. Dinda tak punya cara lain selain melayangkan warkah sederhana yang tanpa kertas ini kehadapan kanda. Maafkan dinda jika tarian yang tak berpena ini akan membuat kanda marah atau tersinggung apalagi harus terluka.

Kandaqu yang baik...

Maafkan dinda yang sangat TERLUKA dengan permintaan kanda untuk dinda mencoba menerima lelaki lain. Kalimat itu sangat menyakitkan sayang. Tak lagi dinda mampu menahan air mata yang tertumpah ini. Dinda benaran hancur, bahkan sangat hancur. Kehancuran dinda bukan karena kanda tidak memilih dinda, atau karena kita tidak bisa menikah. Semua telah diatur oleh Allah sayang.

Maafkan dinda sayang...

Dinda tak pernah mengatakan hal ini kepada kanda. Dinda sangat yakin dengan cinta dinda ke kanda. Tak perlu sebenrnya tadi, kanda bicara soal untung rugi dengan cinta yang dinda punya. Dinda TULUS mencintai kanda. Bukan untuk memaksa diri memiliki kanda. Bukan sayang. Dinda sadar siapa diri dinda. Dinda sadar sayangqu. Sadar banget. Kanda ibarat MERAK di kayangan. Sedngkan dinda hanyalah PIPIT di hutan rimba yang pada jangkaun tertentu bisa buta. Manalah mungkin seekor PIPIT mampu menuju kayangan jika sayap yang dia punya telah tergoreskan oleh sembilu.

Dalaf...

Kehadiran kanda di tengah kerumitan psikis dinda memberi sebuah nafas. Dinda hidup dari kiriman nafas Allah itu. Kanda tahu, Betapa dinda membutuhkan kanda. Tak perlu sampai dinda bisa memiliki kanda. Tapi cukuplah dengan kebebasan hati dinda mencintai kanda secara tulus. Tapi lewat 3 kali istikarah kanda, kanda minta dinda berhenti mencintai kanda. Itu berarti Allah telah menarik NAFAS itu.

Lewat surat ini, dinda kirim lirik lagu yang dinyanyikan oleh Melly Goslow. Sebagai bagian perasaan yang menyudutkan dinda saat ini.

MALAM TAK BERTUAH..

SIANG TANPA PESAN

MANISNYA HARI MEYAPA DIRIKU

REFF..

MANUSIA BIASA MUNGKIN TAKKAN SANGGUP MERENUNGI NASIB GELAP GULITA
BENTANGKAN HATIKU..
TUHAN PELUK AKU
CINTA SAHABAT MENAFKAHI JIWA

JIKA AKU MENJADI SEPERTI YANG LAIN
HIDUP BERCAHAYA
MUNGKIN SAJA AKU KEHGILANGAN RASA SYUKUR TAK TERSENYUM  DALAM DAMAI

COBA KAU JADI AKU
SANGGUPKAH BERNAFAS TANPA UDARA
NAMUN KUNIKMATI NASIB DAN TAKDIR HIDUP INI
BILA TUHAN YANG MAHU

JIKA AKU MAMPU MELAWAN GARIS YANG TERTULIS

BUKANNYA TUHAN TAK MENDENGAR DOA KITA

DIA TAHU YANG TERBAIK

JIKA AKU MENJADI

Semoga kanda bisa merasakan apa yang dinda rasakan. Apalah arti Raga tanpa jiwa. Jiwa juga tak akan berguna tanpa cinta yang engkau anugerahkan terhadap hamba. Allah menganugerahkan rasa cinta ini, bukan untuk merusak, bukan juga untuk membuat dinda menderita. Cinta ini membuat dinda hidup. Cinta ini membuat dinda bahagia.

Dinda masih bisa berpikir rasional sayangku. Percayalah dinda bisa melewati semua ini. Dinda akan selalu sabar menghadapi semua ini. Dinda bersyukur, yang penting kanda masih ada. Soal kepedihan tak perlu kanda takut atau kanda kasihani. Katakan pada kak Ema dan Puji, dinda dah biasa terluka. Banyak yang lebih perih dari yang kanda lakukan sayang. Kalau dinda gak kuat, tak mungkin dinda masih bertahan hidup sampai saat ini.

Dinda akan mencoba untuk melakukan apa yang kanda minta. Dinda akan coba untuk  menghargai perasaan lelaki lain. Dinda yakin suatu saat kesabaran dinda akan dibayar dengan kebahagiaan.

Kanda...

Melalui warkah sederhana ini, dinda ingin meminta kanda untuk selalu bersabar menghadapi manusia lain. Dinda yakin kanda bisa melakukan itu. Sabar menhadapi siapa saja. Apalagi menghadapi orang yang kanda sayang.

Doakanlah Allah selalu menghadiahkan rasa bahagia kepada dinda.

Demikianlah surat ini dinda tuliskan kehadapan kanda. maaf jika dinda membuat kanda terluka.

Salam peluk dan cium

Dindamu
Roziah

FBqu Tak bisa dibuka

Huft...

Kesal.

Kenapa Facebookku tak bisa dibuka. Ya Allah... Hanya darisitu aku ingin melihat orang yang selalu ingin ku lihat...

Siapa yang ganngu FBqu?

Kandaaa... tolong dinda..

Embun Terjatuh

"Kanda mau ngomong serius"

"Ngomonglah!"

"Kalau bisa kanda mau nasehatin dinda."

"Ya gitu."

"Puji dah ceritakan semua. Termasuk soal poligami."

"Oh ya."

"Ketika puji nanya tentang dinda sama Adi. Kanda bilang kanda ikhlas. Bapak tak tahu juga kenapa kakak masih bertahan. Padahal bapak tak pernah memberi harapan. Kakak masih muda. Jalan hidupnya masih panjang. Tak tahu juga kenapa. Bapak kasihan sama kakak."

"Hmmm." Aku mencoba merundukkan kepalaku menahan semua sesak di dada yang tak mampu aku tuliskan di sini. Ya cukup di diary pribadiku saja. Aku lafaskan rasa yang tak tertandingi.

"Kanda KASIAN liat dinda."

"Hmmm.." sambil aku menahan sebat dan rasa tidak percaya itu.

"Kak Ema dan Puji juga kasian sama dinda."

"Kenapa mereka kasian sama dinda."

"Sayang. Itulah bentuk perhatian mereka terhadap dinda."

Satu kalimat yang saat ini akan mewakili semua rasa itu

"AKU TERLUKA."

Aku tak pernah meminta rasa cinta ini hadir di hatiku yang terdalam. Sekali-kali tidak. Tapi ia meluncur sendiri.

Hari ini. Aku harus belajar untuk menjalani hidupku sendiri. Seperti yang diminta oleh orang yang paling aku cintai. Dia telah meminta aku mencari kebahagiaanku sendiri.

Aku tak lagi mampu menangis.

Aku menjalankan permintaannya sangat menyakitkan itu. Mungkin dia tidak tahu permintaannya kali ini benar-benar melukai hati ini.

Aku cuma yakin satu hal. Aku yakin permintaannya kali ini adalah yang terbaik untuk aku, dia dan Meysa.

Ya Allah. Aku sangat mencintainya. Tapi hari ini dia tak lagi mau menerima cinta dariku. Dia telah memutuskan mundur.

Bantu hamba ya Allah. Bantulah hamba ubtuk memapah diri. Hamba yakin engkau tidak tidur. Engkau tahu hamba terluka saat ini. Cukup 10 menit saja hamba terluka ya Allah.

Hamba ingin seperti biasa saja terhadapnya. Meskipun hamba merasa dia talah membuang hamba.

Semoga dia bahagia ya Allah. Bahagia bersama Meysa.

Apalah arti Raga tanpa jiwa. Jiwa juga tak akan berguna tanpa cinta yang engkau anugerahkan terhadap hamba.

Terima kasih Allah. Engkau selalu sayang pada Hamba. Engkau telah memberi pelajaran yang berharga saat Daun mengolengkan badan untuk membuang Embun yang menumpang

Rabu, 24 Agustus 2011

Doa Puasa ke-24 (Allah hamba Mohon berikanlah keselamatan dan keberhasilan pada Operasi BUNDA saat ini

Ya Allah.

Hamba Mohon Pada-MU. Berikanlah rahmat-Mu kepada orang yang sangat aku sayangi. Pagi ini bunda di operasi akibat persoalan rahimnya.

Ya Allah..

Baru tadi malam aku menciumnya. Sekarang sudah masuk ruang operasi. Belum lagi sempat aku mencatat semua memory yang terlukis antara kami.

Berita Duka kembali menyelinap dalam setiap kebahagiaan itu. Baru malam tadi kami bercanda dan tertawa.

Ya Allah...

Apa yang harus aku lakukan. Aku harus kemana.

Aku mandi pagi-pagi sekali. Lalu mencoba menelphone kanda. Niat hati mau minta tolong antarkan ke sana. Tapi Nonya tidak aktif.

Ya Allah. Kenapa hamba serapuh ini? Kenapa air mata ini tak berhenti menetes.

Ya Allah... tolong hamba ya Allah. andai saja aku punya keberanian, aku sudah pasti naik motor sendiri ke sana.

Aku hanya punya kanda. Tempat aku TERBIASA minta tolong. hingga aku merasa terkunci, tak punya siapa-siapa yang aku harapkan. Hanya Dalaf. hanya Daun.

Ya Allah..

Tolong sembuhkan BUNDA CHARLINA

Tak ADA telp Daun

Assalamualaikum...

Aku menyapa Daun dengan penuh rindu. Di tempat yang biasa kami habiskan bersama. Seperti malam kemarin, saat aku dan dia masih lagi bermain batu lacak tanpa coret-moret.

Aku merasakan sedikit ada perubahan darinya terhadapku hari ini. Adakah sesuatu yang aneh telah berlaku? Apakah aku telah melukai hatinya? Apakah aku telah membuatnya cemburu?

Ya Allah.

Jika benar, Maka MAAFKANLAH aku!

Tak bermaksud untuk membuatnya sakit atau terluka. Aku sendiri tak tahu bagian mana yang bisa membuat dia begitu.

Aku hanya berpikir positif saja tentang semua ini. Mungkin Daun tak berpulsa. Atau daun TERLARANG oleh pertunangannya. Kalau sudah begitu, aku tak bisa berbuat apa-apa lagi.

Maafkanlah hamba Ya Allah...

Embun pagi ini meneteskan rindu buat Daun. Semoga di sana, dia baik-baik saja. Semoga Allah selalu mendekat Daun pada-Nya, dan menjadikan dia anak yang shaleh.

Selasa, 23 Agustus 2011

Aku Setahun Lalu (Kesedihan di Agustus)


Aku mulai melirik wajahku sendiri saat setahun yang lalu aku di wisuda S2 di UKM. Aku menjadi orang yang paling sedih ketika itu meskipun aku tercatat sebagai mahasiswa tercepat menyelesaikan S2 di Program Linguistik ketika itu berbanding teman-temanku yang lain.

Aku bersedih karena tak seorang pun keluargaku datang menyaksikan aku wisuda. Air mata terasa jatuh ke dalam tak ke luar lagi. Saat yang paling pahit itu adalah ketika nama di panggil di negeri orang tapi gaungnya terterdengar oleh telinga orang tua. Ya... Bagaimana tidak. Aku harus meluputkan semua kesediahan dengan senyum cemeehku.

Cuma itu yang bisa aku lakukan untuk membuat hatiku bahagia. Ku harus berbahagia melihat orang-orang berfoto sesama keluarga. Ketika itu aku sangat miskin. Untuk biaya wisuda saja aku dibayarkan oleh abang saudaraku Bang Nasrol Akmal. Mulai dari tiket samapai biaya nginap.

Terima kasih yang tidak terhingga buat Allah dan seoga disampaikan kepada abang yang tak pernah lelah membantu adek.

Daunku jangan kau Terkuning oleh cincin Permata itu!

Banyak cerita yang ingin aku goreskan pagi yang hanya ditemani Gema Wahyu Illahi dari Masjid yang berdekatan dengan rumahku. Salah satu diantaranya adalah tentang sebuah cincin permata putih yang 4 hari ini melingkari jari tengah kiriku.

Entah kenapa aku tiba-tiba saja menanggalkan semua satu aksesoris yang mengrantai tubuhku saat ini. Mulai dari Cincin, kalung dan anting-anting yang semuanya seragam itu dari ikatan tubuhku yang kurus kata Daun tadi malam.

Aku melerai semua aksesoris itu karena aku tak mau Daun risih. Aku sendiri tak tahu alasannya apa tiba-tiba di warung pecel lele tempat biasa kami menikmati makanan

"Kanda risih dengan cincin Dinda."

"Hmm.. Cincin?"

"Iya."

"Kenapa?"

"Gak tahu kenapa. Sejak Pertama kanda liat di jari dinda. Tak tau lah kenapa."

"Aneh."

"Tak taulah kenapa dinda. Kanda risih aja."

"Dinda punya sendiri kok. Bukan dikasi orang."

"Tak taulah. Kanda risih aja."

Cincin permata itu langsung tercopotkan oleh jejari kananku yang terhias oleh cincin pemberian darinya. Dan ku tempatkn di saku jaket hitamnya yang melekat hangat ditubuhku. Dia menatap jauh ke dalam mataku sampai ke relung hatiku. Aku sendiri tak paham dengan renungan yang diperkkirakan 3 menit itu. Yang aku tahu, terlihat di situ KETULUSAN dan KERINDUAN yang amat dalam.

Reaksiku mengantongi cincin, tiba-tiba membuat Daun bertutur

"Pakailah cincinnya dinda. Nanti hilang pulak."

"Biar aja, nanti beli lagi. Atau kanda yang belikan."

"Hmmm.."
Senyum dan canda tawa yang sekian hari aku rindukan kini hadir menyelinap di kebersamaan kami yang tak terlukis oleh apapun. 

Terima kasih Allah yang telah memberi kesempatan kepada kami untuk menikmati kebersamaan yang tak begitu lama ini.

Ya Allah..

Semua akan aku lakukan asalakn dia tidak terkuningkan olehku.

Rindu Daun

Hmmmmmm..........

Ya Allah.. aku cuma mau bilang Aku Rindu Daun

Kamis, 18 Agustus 2011

Setitis Embun sehelai Daun


Walau Hujan batu di negeri sendiri dan hujan emas di negeri orang aku tetap menantimu. Walau ditimpa sebongkah hujan batu, aku tetap bersemangat menantimu.

Aku tahu, aku bukan pilihan, ibarat reribuan jalan, kau memilih jalan yang mulus yang berada pada titik aman. Sedangkan jalanku penuh terjal. Kau telah memilih posisi aman, sedangkan aku masih mananti dirimu bersedia menempuh jalan yang berliku itu. Aku sadar garis lintang tajam dan menyakitkan yang mengandungi tajaman-tajaman pisau yang mengicau untuk aku mengekori langkahmu


Sejak kau tidak memilihku yang berada di posisi rumit, Aku bagai titis embun yang mencari tempat untuk bernaung. Segala kelayuan tanpa kasih dan sayang. Segala kebahgiaanku telah engkau bawa lari bersama

Saat dini hari embun menetes saja di daun. Apakah selamanya seperti itu. Ibarat Benda yang sudah di mulut, tapi dimuntahkan. Apakah aku hanya bisa melihat keindahan-Mu di sana. Sejuk damainya hatiku dengan tetesan embun, udara pagi yang sejuk dan bersih terhirup. Mengisi ruang paru-paruku.
Sinar matahari mulai menjilati pepohonan. Sekitar itu kau memenjelmakan pejaman mata kebersihan bayu yang lebih sebiru venus. Basah embun mulai menguap, uap air melayang di udara. Pagi senantiasa membawa kesejukan dan berjuta keindahan. Tidak jauh berbeda dengan Dalaf yang membawa beribu kenangan. Kesejukan tatap matamu, keindahan debar jantungku saat kau menatap dengan berbagai makna. Kedamaian saat kau menetesi keindahan lewat celahan belaian-belaian manjamu di kepalaku yang bersampul kerudung.

Waktu terus berputar, meskipun jam tidak pernah bertambah menjadi 25, namun tak ada yang mustahil di dunia ini. Ketika bersatu tak mungkin lagi, hanya persahabatan yang bisa kita jalin daam indahnya pertemuan huruf kita
Biarlah kau tetap ada di bilik paling rahasia. Kusimpan setiaku, hanya untukmu. Cintaku tidak akan pernah memiliki ragamu, namun ku yakin hatimu telah kucuri sejak kamarin. Hati yang kucuri itu masih rapat-rapat dan kupegang erat-erat bahakan aku kunci di sebuah bilik yang tak mungkin bisa dibuka lagi oleh siapapun selain Allah dan Aku.

Tak akan ku lepas, tidak akan pernah. Keindahan ini bukan hanya sekadar angan, karena angan dan bayangan jadi lebih romantis dari kenyataan. Aku ingin jadi bidadarimu di Syurga kelak. Bukankah bidadari yang ada di Syurga kelak selalu lebih cantik dari perempuan yang kau miliki di bumi ini? Aku yakin aku akan lebih baik dari Mesya meskipun aku tak bisa memilikimu di dunia. dirimu juga tau istana impian selalu lebih berwarna-warni pelangi dari pada rumah kecil di alam nyata?

Pernah kau melihat fatamorgana yang kita saksikan sepanjang perjalanan panas kita ke muara takus di 16 Agustus kemarin nyata berbentuk air. Tidak kan sayang? Ia hanya menipu mata kita. Jadi biarlah keindahan CINTA ini tetap terpelihara
Esok pagi embun kan netes di daun, dan aku yakin esok pagi saat kau bangun kau akan ingat padaku. Aku rindu limpahan kasih sayangmu, karena aku bosan meniti hari tanpa mu. Biarlah aku menunggu kasih dengan doa tiada hentinya. Harapanku gantung lebih tinggi dari langit. Suatu ketika kau kembali menerangi jalan gelap yang pernah kau terangi dulu. Aku penuh debar dan penuh sabar menanti saat itu. Semoga Allah Mengabulkan doa hambanya yang dera ini.

Love Story Daun & Embun 2



Kau telah mendekap relung hatiku, mengunci sendi-sendinya hingga tak mampu beranjak menapak cahaya hati tanpa sesuatu yang pasti. Kau taburkan cinta dan kasih sayang yang tulus meskipun dihiasi dengan kabut. Hingga aku tertatih, merangkak mencari secercah cahaya.... hingga tiap detikku dirong-rong dawai-dawai pilu. Kau terus pupuk harapan padaku. Itu terasa kau akan menetap dihatiku dengan ketulusan. Kadang aku selalu ragu. Kau buat langkahku berlangkah lebih maju. Ku mohon jangan kau tarik kembali. Jangan kau S T O P cintamu dari hatimu. Biarkan aku berlari membawa kenangan yang terus kubuang setiap langkahku. Agar sesampainya di ujung jalan itu, tepat di tebing karang, perihnya pun musnah tercecer sepangjang kerikil-kerikil yang kita lewati. Biar darah dari kakiku yang tercabik menghapus jejakku. Biarkan ku nikmati bisikan ombak merayu pasir pantai. Biarkan. Biarkan aku terlelap dalam pangkuan sinaran rembulan di antara tarian ilalang. Biarkan aku memulai mimpi. Biarkan Allah Menjadikanmu milikku. Biarkan aku bangun dan terjaga bersama taburan-taburan sakura berhiaskan lingkaran sempurna pelangi. Love story 2

Love Story Daun & Embun (Doa Puasa Ke-18)

Di ujung sepi aku menarikan jemariku di atas Vaio, sebuah laptop buatan luar negeri yang aku sendiri lupa dari mana. Aku melenggak-lenggokkan jemari hanya untuk menguraikan segenap keberadaan kegundahan yang melingkari kalung hatiku. Bukan untuk memesona segala mimpi yang sengaja diukir di tebing-tebing mimpi atas kidung cinta.

Karena janjinya, telah kuikuti mentari yang tak malu mengeluarkan cahaya. Meskipun tubuh ini semakin layu karena tlah terorganisir oleh jejak-jejakku sendiri.

Aku pernah mencoba menerima yang baru kemarin dan semalam. Meskipun, kedatangannya yang menggendong segudang permata membongkahkan pikiranku. Tak mampu merayu hatiku yang sunyi ini. Tak punya cara yang pas untuk menarik hatiku. Malah, aku tak lagi bercahaya di tengah tamaram lampu neon yang mereka tawarkan. Bukan tidak ada arus yang cukup atau kabel lemah fungsi. Tapi ... seluruhku telah terhunus...oleh sebuah hubungan yang sebenarnya jauh secara fisik. Aku malah lebih manja dengan cahaya samar-samar yang pernah diberikan Dalaf. Karena dengan cahaya itu aku terwujud kesederhana yang membuai seluruh pengertian dan kesabarannya terhadap diriku.

Keyakinanku yang sulit dipatahku...saat berikrar dengannya kemarin. Menikah walau usia kapanpun aku tak mengetahui. Mungkinkah itu sekedar janji-janji yang membangun asa yang pasti. Janji-janji untuk kebahagiaan sesaat. Tapi aku ikhlas menerima janji itu. Aku mengikat diriku dari pengaruh apapun saat ini dengan sebuah janji yang kini kuharap dari Allah untuk mengabulkannya. Karena Allah-lah yang Maha Pemberi rezeki. Rezeki berupa jodoh antara aku dan Dalaf

Allah hamba mohon tolong jawab pertanyaan hambamu yang hina ini.

Kini aku terlalu yakin kalau dia adalah jodoh yang Engkau titip untukku. Dia lelaki yang terbaik yang Engkau pilih untukku.

Detik 9 September itu semakin dekat. Aku begitu geratil tiap saat menghitungnnya. Ya Allah Ya Rabbi. Setelah melihat semua perlakuannya yang tergambar dari mata belakangku, baru aku sadar. Ketulusan yang benar-benar aku rasakan menimbulkan keyakinan yang kuat di hatiku. Walau aku telah hancur sehancurnya Meski darah mengalir dan jantung terus memompa. Atau aku tetap merasakan mati, akibat ketidakdipilihnya, aku masih saja yakin Dialah lelaki pendekap Jaket hitam yang merupakan Jodoh yang dititip Allah untukku.

Doa hamba di Puasa ke 18 ini adalah

Allah hamba ingin dia kembali! Kembali memberi cinta itu. Walau di akhir usianya.

Aku ingin menikah dengannya. Walau itu pada detik nadi terkahirku. Walau tak lama. Aku ingin memiliki SYURGA CINTA di dunia ini, agar SYURGA CINTA di Akhirat mengikuti. Aku hanya senyum dengan sebongkah keberanian melawan seluruh ketakutan yang aku punya. Aku berani bercita-cita ingin menikah dengannya. Cita-cita yang kelihatan bodoh di mata siapapun. Kebodohan di mata manusia, belum tentu kebodohan di mata Allah. Hanya kepada-Nya tempatku kembali. I Love U Dalaf

Renungan di subuh Puasa ke-18

Jujur saja, aku tak bisa bahagia tanpa Dalaf. Aku coba untuk membuka hati seperti yang disarankan oleh beberapa orang yang mencoba memahamiku.

Aku paksakan untuk menerima satu antara orang-orang yang mengagumi dan ingin menjadikan aku pacar, kekasih atau istri. Tapi hanya Dalaf yang aku butuhkan. Bukan yang lain. Tak seorangpun bisa merangkaikan acakan benang yang terserat untuk disulamkan menjadi benang kasih. Sungguh memilukan dan tragis kisah cinta yang melekat di hatiku.

Kini
Aku hanya terdiam saja sambil menghitung-hitung berapa hari lagi Dalaf akan menikah. Tak lagi sampai satu bulan. Aku juga tahu, berbagai hal telah dipersiapkan menyambut hari itu.

Aku masih di sini menatap langit, berbekal selembar jaket hitam dan Al-Quran sebagai pedoman. Aku masih di tempat dimana Dalaf pernah menyarungkan cincin di jariku. Aku mencoba menghitung bintang miliknya yang tak pernah bisa aku hitung.

Aku tidak bisa terima pria lain, meskipun mereka lebih dari Dalaf. Semua itu karena aku membutuhkan Dalaf. Aku membutuhkan dia menjadi suamiku. Dia lelaki yang bisa memberikan kasih sayang yang tulus. Akupun tak punya perasaan terpaksa untuk menerimanya. Hingga kini, aku bergantung padanya dalam persoalan percintaan.

Aku lebih bodoh dari diriku sendiri. Mencoba tapi selalu gagal dalam mendapatkan cinta sejati.

Ya Allah... Aku butuh Dalaf untuk jadi suamiku.

Rabu, 17 Agustus 2011

Ada yang ANEH

Perasaanku tak enak. Ada apa ya? Ntah, tak tahu apa yang aku rasakan.

Kata ANEH mungkin bisa mewakili perasaanku saat ini. Adakah sesuatu yang dia sembunyikan dari pengetahuanku. Atau aku sedang cemburu. Ketika dia minta no Mawar barusan.

Atau ada yang lain. Kenapa ada perasaan ANEH begini ya?

Siapa yang bisa menjawab itu semua. Hanya ALLAH. ya hanya dia

Ya Allah... apakah DALAF & EMBUN menyelingkuhi-Mu


Kemana akan ku cari ganti, lelaki sepertimu

Selasa, 16 Agustus 2011

Kajian Ilmiah di UR

Hari ini aku mengikuti seminar bahasa di tempat lama aku menuntut ilmu. Ya bahagia sungguh rasa hati. Kenapa begitu. Aku bisa bertemu dengan Dosen-dosenku. Tidak hanya itu, banyak  juga teman-teman satu angkatan, Senior dan Junior-junior. Tidak terlupa paling menyenangkan bertemu dengan Rakan kerja yaitu dari penerbitan Erlangga.

Al-hamdulillah kerja sama yang kami bina dulu masih berlanjut kini.

Alhamdulillah Ya Allah..

Pertemuan ilmu ini sungguh bermanfaan bagiku untuk menjalin kerja sama dengan perpustakaan FKIP UIR dengan Perpustakaan Bahasa Indonesia.

Semoga ini bisa aku jalin. Berkahilah Ya Allah.

Cinta DALAF dan EMBUN di Medan

Ayah... Malam ini ku tak bisa tidur merindukanmu.

Ayah... Walaupun tidak Ayah ungkapkan. Tapi aku tau Ayah marah padaku. Saat Ayah marah tadi. Aku benar-benar sedih. Tanpa sadar air mataku mengalir. Aku tak tahu harus buat apa lagi. Ku tutup tesis, lalu aku mulai menulis tentangmu.

Ayah... Aku mohon padamu jangan curiga padaku. Aku benar-benar tersiksa saat ini. Hidupku terasa pahit sekali saat Ayah marah tadi. Rasanya aku ingin lari saja.
Ayah….aku ingin Ayah menyadari posisi aku. Aku hanya manusia yang lemah terkadang jadi korban perasaan seperti saat ini. Jujur aku tipe perempuan yang tak bisa dimarah oleh orang yang aku sayangi.

Ayah... Aku tak bisa berbicara apa lagi. Aku hanya bisa menangis saat ini. Aku ingin Ayah meyadari hal berikut:
CINTA. Seperti air bila disekat ia akan mengeluarkan energI yang maha dahsyad. Tenaganya mampu meluluhlantakkan sesuatu daerah. Ibarat kekuatan tsuanami yang menghacurkan Aceh. Begitulah cinta yang terlalu akan merusak. Seperti cintaku pada nama yang Ayah tak mau aku menyebutnya, cinta yang tak berujung telah merusakkan dan menghacurkan hatiku.

Ayah… kini kualirkan cinta dan sayangku padamu secara perlahan, meskipun dulu pernah aku sekat. Aku melakukan itu agar CINTA tidak merusak dan menutup mataku dari apa-apa yang sebenarnya bakk bagiku.

Ayah... Maukah bergabung denganku? Mari kita ikuti rentaknya cinta kita seperti meyusuri sungai yang kelak kita akan sampai ke muara yang kita namakan bahagia. Meskipun pada dasarnya cara kita mencintai adalah berbeda.
Pertama aku mencintaimu apa adanya dan aku tak takut kehilanganmu. Aku tidak tahu kapan itu. Aku tidak tau kapan aku mulai tertarik padamu. Secara perlahan namun pasti aku tidak bisa lari dari aliran sungai itu. Apa aku harus membuang nama yang Ayah benci itu. Atau aku harus menujumu. Tapi semakin lama aku semakin menujumu. Semakin mendekat. Tak ada satupun orang yang dapat aku tanyakan tentang hatiku. Aliran cinta ini benar-benar mengajakku berenang. Mandi indah di danaunya. Aku terasa bersih. Aku mulai berpikir sendiri. Aku mau menjalani saja apa adanya. Tapi aku sendiri tak tau, apa adanya itu bagaimana? Seperti apa? mungkinkah sama seperti pergi ke sebuah negara, yang aku tidak tahu apa nama negaranya, aku tidak tahu dimana tempatnya.
Ayah... Aku benar tidak tahu dengan apa adanya. Janjipun sulit untuk kuucapkan. Berjanji untuk tidak menghubunginya lagi. Aku memang melakukan itu. Tapi dia terus menyapaku. Seperti yang Ayah tanyakan tadi. Aku tak tau kenapa Ayah bertanya tentangnya. Mungkinkah Ayah mencintai secara penuh. Aku tidak tahu harus bagaimana. Tapi aku ingin mencintaimu apa adanya. Sehingga aku harus jujur padamu tentang chating dia. Andai aku tidak mencintaimu, aku sudah tentu menipunmu, supaya kabut tidak tercipta padamu sore ini. Kalau aku membisu mungkin tangan ini tak mampu menciptakan warkah tentang untuk sekian kalinya.
Ku lihat Ayah mulai marah. Ada sedikit riak kekecewaan yang terbayang pada otakku. Lalu aku mulai lagi bertanya.
“Apakah aku harus mencintai apa adanya? Sudahkah aku melakukannya? Sudahkan aku menjalankannya? Ikrar janji aku ingin sehidup semati denganmu pun tidak mampu aku ucapkan meskipun itu biasa dilakukan oleh setiap pasangan yang saling mengasihi. Aku tak mau berjanji karena aku tidak mau membuka peluang untuk mengingkari. Seperti aku tidak mau kapan permulaan yang akan mencipta kerugian berbentuk perpisahan. Kita sudah maklum kan Ayah, hidup tidak ada yang kekal. Bukankah kita telah menghayati keindahan surah Ar-Rahman. Aku ingin mencintaimu secara perlahan dan apa adanya. Meskipun aku tak pernah tahu apa maksud sebenar dari ‘mencintai apa adanya” itu.
Ayah... Aku teringat sebuah novel yang berjudul “ombak senja” novel yang mengajari aku untuk perlahan mencintaimu. Aku mencintaimu seperti aku pernah merasa sakitnya kehilangan Sesutu yang tak pernah aku miliki. Aku mencintamu karena darimu aku dapati sayap untuk aku mencari arti sebenar cinta sejati. Aku bukanlah pengarang novel itu. tapi aku ingin mencintai apa adanya. Mencintaimu sore ini. Hari ini. Esok. Seperti nanti aku tidak akan di sisimu lagi.
Ayah aku ingin mencintaimu apa adanya. Meskipun aku tidak tau itu. Aku seperti berkejar bersama waktu. Seperti perselingkuhanmu dengan buku. Dan aku ingin setiap waktu yang Ayah ingat tentang cinta selepas semua aktifitasmu, itu adalah aku. Aku juga ingin seperti Hamsad Rangkuti yang mampu berkata-kata lewat pemerannya di depan pantai dalam ceritanya yang berjudul Tiga Bibir yaitu “Maukah Ayah menhilangkan bekas bibirnya di bibirku dengan bibirmu?” Aku mau melupakannya dengan kehadiranmu. Apakah Ayah bisa memahamiku? Aku ingin mencintaimu apa adanya, tanpa takut kehilanganmu. Karena Ayah telah membuatku selalu menujumu, setiap waktu.
Ayah... Aku teringat kembali bacaanku pada buku Ronggeng Dukuh Paruk yang menasehatiku tentang bagaimana menghargai kesempatan mencintai. “Saling mencintai atau musnah” itulah kata si Rasus. Aku tidak tau Ayah. Apakah hari esok masih milikku. Karena itu, kucintai engAyah apa adanya. Tanpa takut kehilanganmu.
Ayah... Mencitaiku secara penuh. Ayah pernah mencintai dan Ayah pernah kehilangan Sesutu yang pernah Ayah miliki. Kehilangan tersebut telah mengajarkanmu arti mencintai secara penuh.
Ayah... Benar-benar menghargai aku. Ayah mencintaiku dan takut kehilanganku. Ayah mencintaiku seperti akan berpisah. Sebelum akhirnya perpisahan itu menjadi hal yang nyata, entah dengan cara seperti apa, juga entah kapan, dimana. Meskipun yang kita cita-citakan adalah bersatu dalam panggilan keluarga sakinah. Apabila Ayah belajar dari arti sakitnya kehilangan hal yang tak pernah memiliki seperti yang terjadi padaku, maka Ayah juga akan belajar menjaga dan menghargai aku yang telah Ayah miliki. Bukankah begitu?
Kita sama Ayah, Cuma pengalaman kita saja yang berbeda. Pernah ku dengar pesan orang pintar” mencintai sekedarnya saja.” Sebab kata terlalu bukanlah punya kita melainkan milik Allah.
Ayah taukan hari ini orang benar-benar mencinta, besok jadi benar-benar membenci. Ayah apakah ini yang dinamakan ‘mencintai apa adanya?” Seperti kalimat yang kupetik dari majalah Annida tahun berapa aku pun sudah lupa “Cintailah seseorang itu seujung kukumu, meskipun kecil lama-lama ia akan tumbuh subur.”

Dua cara yang berbeda. Tapi sebenarnya bisa kita satukan dalam aliran sungai kita. Caramu mencintaku secara penuh dan takut kehilangan dengan caraku mencintaimu apa adanya dan tak takut akan kehilangan. Kalau begitu kita saling mencitai dengan penuh, tetapi harus apa adanya. Dengan tidak mematikan logika, dan membiarkan rasa tumbuh mengalir secara perlahan. Agar tak tercipta peluang cinta kita menjadi benci.
Ayah... Bukankah berenang bersama mengikuti arus cinta yang lapang pada kebebasan berarti kepercayaan, pada kepercayaan mengandungi keikhlasan, pada keihlasan bertaut kasih sayang yang pada keberanian melarang ketika diantara kita ada yang salah.
Aras 5 PTSL UKM, 13 November 2009.



Dalaf di hari pertunangannya dengan MEYSA PUTIA

Hanya kami dan Allah yang tahu. Ketika berita duka tentang pertunangan DalaF dan Meysa tak mampu mengubah cinta antara aku dan dia. Bagaimana bisa. Kami masih saja tersenyum menghadapi peristiwa yang sebenarnya menyakitkan ini.

Tapi kami begitu sabar dan Tabah.

Kami hanya mengedepankan senyum. Tak ada kilatan petir yang melintangi cinta kami berdua. Ya kami tersenyum dan terawa melawan semua kedukaan.

Keihlasan yang menjemput impian kebersamaan yang dalam hati kami.

Tak ternoda sedikitpun senyum kami berdua. Seperti itulah perpisahan anatara akau dan Dalaf tak pernah menodai cinta, kasih dan sayang anatara kami berdua.

Ku yakin di dunia manapun tak pernah ada kisah yang terlukis kisah asmara yang begitu indah antara kami. Tak ada yang mampu menghalangi CINTA yang telah tumbuh anatara kami kecuali kekusaan Allah. Ia, hanya Allah saja.

Alhamdulillah.. semua rasa dan kekutan itu berasal dari-Nya. Semoga dia mengekalkannya.

Perpisahan adalah episode awal dalam CINTA DALAF dan EMBUN

Preman bertato yang tersenyum...


LUCU...

Mungkinkah kata-kata itu yang mampu melukiskan semua tentangmu.

Hahah... aku benar;benar tertawa pagi ini. Tau kenapa?

Aku melihat guratan senyum yang begitu indah dari wajahmu.

Sayang... Ku memang tak meilhatmu. Tapi dirimu ada di hatiku.

Tanganku tak pernah berhenti ingin melukis tentangmu. Semua tentangmu.

Sudah kularang tangan ini untuk tidak meneruskan tarian penanya di laptop kesayangan ini. Tapi tak bisa. Hatiku yang melukiskan semua tenatngmu.

Kau harus tau itu. HATIKU MELUKISMU. Belum tentu ada esok kan? Biarlah ini menjadi sesuatu yang berharga dalam hidup kita. Yang tak pernah diliki oleh siapapun.

Biarkan saja, Otak, Hati, tangan dan Seluruhku MELUKISMU, MELUKIS KISAH YANG KITA LEWATI... DALAM TABIR KATA-KATA YANG MEMBUNGKAS DUA JIWA YANG KINI DAN SELAMANYA TAK BOLEH TERSIKSA OLEH PERPISAHAN SEMENTARA DI DUNIA. KU MANANTIMU DI SYURGA DUNIA, SYURGA AKHIRAT, KARENA ANTARA KITA ADA SYURGA CINTA

Gelas Kesayanganku...


Aku Punya gelas yang sangat aku sayangi. Tak tertandingin oleh gelas manapun di dunia ini.

Tau kenapa. Aku punya gelas yang dilukis oleh Dalaf. Tak pedulilah kalau dia pernah memberikannya buat Meysa.

Tapi bagiku, itu adalah gelas yang paling berarti buatku. Selalu jadi benda pengantar tidurku. Gelas pertama yang terkadang aku liat tiap bangun tidurku.

Terima Kasih Allah.. Terima kasih Dalaf..

Jangan Sedih (Indah Dewi Pertiwi)

Ku telah berusaha sadarkanmu

Bahwa hanyalah diriku.

Yang paling mencintaimu

Sampai nanti.

Tapi tak pernah kamu mengerti.

Tetap kamu ingin putus.

Untuk lebih memilihnya.

Daripada kamu memilihku selama hidupmu.

Jangan sedih bila aku nanti dapatkan kekasih yang lain

Yang lebih sempurna dibanding kamu

Yang pasti ku lupa

Sungguh kamu pasti menyesali

Keputusanmu saat ini.

Tuk meninggalkanku.

Melepaskanku.

Yang tak mungkin lagi kembali.

Tapi tak pernah kamu mengerti.
Tetap kamu ingin putus.
Untuk lebih memilihnya.
Daripada kamu memilihku selama hidupmu.
Jangan sedih bila aku nanti dapatkan kekasih yang la
Yang lebih sempurna dibanding kamu
Yang pasti ku lupa
Sungguh kamu pasti menyesali
Keputusanmu saat ini.
Tuk meninggalkanku.
Melepaskanku.
Yang tak mungkin lagi kembali.

Ku Yakin Kau lelaki SYURGA itu

Cintaku hanya untuk orang yang ikhlas dan tulus menCINTAIku.

Bukan untuk dipersendakan.

Bukan untuk diperjualbelikan.

Hanya yang lelaki syurga yang akan mendapatkan itu.

Ketulusan dan keikhlasanmu akan ku gengam selalu Ayah.

Biarlah kini aku menolak lamaran yang datang padaku. Karena aku tak bisa sepertimu yang berani membuat keputusan saat hatimu terbelahkan oleh CINTA dan SAYANG, SIMPATI dengan EMPATI.

Ayah....
Kau pernah menerangi sisi gelapku. Hanya dirimu. Hingga kini dan ke depan ku akan mempertahankan itu. Sama seperti cincinmu yang melingkar di jemariku. Selamanya, ia akan di tubuhku, meskipun semua tanya dan semua harap untukku membuangnya.

Tidak sayang... sekali-kali tidak.

Ku ingatkan kembalikan kepadamu. Cintaku hanya untuk yang ikhlas dan tulus menCINTAIku. Bukan untuk dipersendakan. Bukan untuk diperjualbelikan. Bukan untuk dipersia-siakan.

Syurga CINTA

Ku titip rindu pada basahnya embuh yang kau rasakan di saat ini. Malam tadi ku sudah bercerita tentangmu yang sudah lima hari tak aku jumpa lewat tatapan mata. Pagi semalam kau memberikan senyum manismu terhadapku secara tulus di sela-sela ksibikan ramai dirimu yang mengatur tempat duduk para mahasiswa. Senyummu memberikan syarat keikhlasan hatimu terhadapku.

Keikhlasan itu membalas semua kerinduan yang selama terlima hari ini tertanam dan membuncah di hatiku. Kau sapa dirimu dengan keberanianmu

"Bawa laptop."

"Bawa, tapi di prodi."

"Hmmm.."

"Eh lupa. Ada di bawah meja Kak Ema."

Entah kenapa hatiku bergetar. Sudah lama dia tak mendekat seperti kebiasaannya selama ini. Fisiknya yang terasa jauh, Namun hatinya terasa dekat denganku. Ku titipkan rindu padanya pagi ini.

Lewat jejaring embun yang memicu kesejukan pagi ini. Seraya aku Bersyukur pada-Mu Ya Allah, yang mempertemukan pertalian huruf kami yang Insyaallah tak bisa terpisahkan oleh pertalian pernikahannya bersama Meysa kelak.

Teringat aku akan kata-katanya di waktu subuh kemarin.

"Mungkin dinda akan buang kanda dari ingatan dinda meskipun kanda tak pernah membuang dinda."

"Sayang... bisa kanda membuang dinda?"

"Tidak sayang. Kanda Yakin Allah kelak akan mempersatukan kita pada ikatan pernikahan. Insyallah. Kanda yakin itu."

"Tidak pun di dunia, di Akhirat kelak kita akan bersama bersama di Syurga."

"Percayalah kanda. Allah akan menganugerahkan Syurganya kepada ketulusan dan keikhlasan pengorbanan cinta kita. Allah akan memberikan kita Syurga di Dunia, Syurga di Akhirat dan Syurga Cinta kepada kita."

"Amin.. Insyalah. Berharaplah kepada Allah."

"Amin ya Robbilalamain."

Ku pejamkan mata sambil menghayati perbincangan di subuh berteman udara segar menerpa wajahku melalui bukakan jendela kamar tidurku yang sudah terpasang terali. Kami bercerita hanya 30 Menit setiap subuh. Tapi itu kurasakan adil dan cukup.

Karena aku tahu. Banyak pengorbanan yang ia  lakukan untuk menelphoneku. Ia harus tidur di mobil hanya untuk memberikan sendok dan garpu di piringku.

Kasih... bersabarlah. Siapa yang bersungguh-sungguh, pasti dia akan mendapat.

Senin, 15 Agustus 2011

Oh Bunda

Beribuan mahasiswa yang ada di PKM tak mampu mengubah kegundahan hatiku. Aku khawatir bunda kenapa-napa di sana. Andai saja badanku ada dua, sudah tentu aku menujunya.

Bagaiman aku bisa tersenyum riang saat orang yang aku sayang kini terbaring di rumah sakit Syafira. Ingin saja berlari ke sana. Tanggung jawablah yang mendamparkan aku pada tepian kebimbangn akan kesehatan bunda tersayang.

Orang di sekelilingku tak lagi menjadi perhatianku saat ini. Bukannya aku tak peduli. Tapi memang dituntut untuk tidak peduli dengan. Hatiku tak mampu beriang gembira meskipun senyum terkadang terukir di bibirku. Ku coba untuk tersenyum, hanya untuk tampil.

Hanya doa yang bisa ku tampilkan untuk bunda tersayang... Semoga cepat sembuh...

Sakitkah hatinya???

Pada hari ini aku berniat untuk memberikan sedikit perubahan pada fkip uir pekanbaru. Walaupun dengan sedikit tulisan yang singkat dalam tulisan blog ini. Jujur hari ini mungkin ada orang-orang yang merasa sakit dengan ucapan saya. Mungkin saja itu orang-orang yang saya sayangi. Tidak ada maksud hati untuk menyakiti hatinya. Tapi mungkin karena kearoganan saya dalam berbicara tanpa sengaja mengluarkan kata-kata bermakna negatif. Alkisah pagi ini aku juga mendapatkan uang sebesar 15 juta dari ayah tercinta untuk persiapan Pernikahan saya nanti tanggal 9 september.

Minggu, 14 Agustus 2011

Sembuhkan BUNDA (Doa Puasa ke-14)

Ya Allah Ya Latif

Ya Allah Ya Syiffa

Engkau yang menguasai bumi dan langit serta seluruh jagad raya, alam dan isinya. Di saat yang dingin ini ku menempakan diri untuk menghambakan diri kepada Engkau.

Hamba bermohon kepada Engkau Ya Allah Ya Syifaa. Kucurkan kesembuhan kepada Ibu angkat hamba. Sungguh hamba tak kuasa mendengar berita ini.

Dialah ibu hamba di Pekanbaru yang telah banyk menyiramkan jasa dan ilmu pada tubuh, hati dan pikiran hamba yang kerontang ini.

Ya Allah... Pada-Mu hamba berhrap. Hidup dan mati adalah milikmu..

Kabulkanlah doaku Ya Allah

Garpu Rindu

Aku Rindu Padamu

Sabtu, 13 Agustus 2011

Kehadiranmu bersama hangat jaket Hitam

Akhirnya aku belajar mengenakan sendiri jaket hitam yang biasa kau lekatkan ke tubuhku tiap kali dingin merayu tubuhku.

Aku bersyukur, Karena Allah telah menggerakkan hati Dalaf untuk memberikan jaket ini padaqu. Hingga kini aku rasakan dia hadir di pelukku...

Tinggal Kenangan



Dialog tentang Sakit Gigi

Ini perbincangan antara Aku, pak Nazirun dan Pak Supriyadi. kami tertawa oleh pembicaraan yang berlaku di ruang sidang tersebut.

Simpel saja sebenarnya, tapi entah kenapa aku tertarik saja mencatat peristiwa tanggal 11 Agustus itu.

"Buk, saya gak lama-lama nguji ya buk."

"Kenapa pak?" jawabku sambil memandang wajah pak Supriyadi.

Pak nazirun juga ikut tersenyum menimbrung pembicaraan kami.

"Ya kalau itu memang ye."

"Asyik nak marah aje awak dibuatnye."

"Mana yang bapak pilih, sakit gigi atau sakit hati pak?"

"Sakit gigilah buk. Rusak pula puasa kita."

"Kalau saya tidak pak."

"Kenapa?"

kalau saya pilih sakit hati dari sakit gigi. Sakit hati tak bisa menyebabkan sakit gigi. Tapi sakit gigi bisa menyebabkan sakit hati. kalau gigi kita dicabut. Trus dokter bilang, Gigi bapak jelek karena jarang sikat gigi. Jadi sakit hatikan pak?

Kamipu tertawa dengan pembicaraan ini.

Seminar Proposal

Hari ini ku disibukkan oleh Mahasiswa yang akan mengikuti Seminar proposal dan Ujian sarjana pada hari Kamis dan Sabtu. Banyak sekali yang mendaftar.

Mulai susahnya mendapat tanda tangan pimpinan yang belum datang, tambah lagi masalah printer kantorku yang rusak. Sudah cukuplah membuat aku bersabar dan ikhlas. Harus bolak-balik ke ruang Bahasa Inggris. Tapi Laptop Mbak khulaifiyah pula yang rusak. Akhirnya aku pergi menumpang ngeprint di Ruang PD 2.

Macam-macam perangai mereka. Ada yang mengigil ketakutan. Tak tahu alasannya apa. Ada yang bahagia. Sampai ada yang tak bisa mengurutkan KRS dan KHSnya dari Semester 1 samapai akhir. LUCU memang. Tak ada yang membuat aku marah, tapi ada yang sedikit menggelitik hatiku.

Seorang Mahasiswa yang aku lupa namanya... dia berlogat Jawa Totok (Istilah kampungku). Aku jadi tersenyum tersipu melhat gelagat anak ini. Bagaimana tidak. Berulang kali ku mencoba memperbaiki fonologinya, tetap saja tidak bisa.

Akhirnya aku mempersiapkan memeriksa bahannya dengan sedikit ketawa. Gadis manis imut ini tersenyum manis di hadapannya.

Di sela kesibukan itu, aku sempatkan menulis. Semua kejadian hari ini yang membuat terpengaruh oleh keadaan yang membahagiakan dan mengecewakan.

Terima kasih Allah. Terima kasih Allah..

Hatiku Berdegup Kencang 2

Subuh menjelang azan, Dalaf menelphoneku. Baru aku mengerti persoalan apa yang menggetarkan hatiku di tempat Allah, Aku dan dia berbicara soal SK itu. Aku pikir karena aku rindu padanya. Aku juga berpikir lagi bersedih karena dia meninggalkanku.

Tapi ternyata tidak. Hatiku berdegup kencang kontak batin dengannya. Tubuhku terasa lapar semalam, bukan karena lapar akibat puasa. Tapi karena hatiku ikut merasakan apa yang dia rasakan.

Subuh ini aku tahu, dia terjatuh naik motor. Ya Allah... Hamba tidak bisa melukiskan apa yang terjadi. Tapi hamba merasakan dia sakit. Sakit itu menusuk hatiku, bukan karena disakiti tapi tersakiti saja hati ini. Ya Allah... kepada-Mu hamba berdoa. Lindungilah dia selalu.

Aku tidak bisa menahan rasa cemas semalam. Tapi aku juga tak punya keberanian menanyakan prihal  dia yang sangat aku cintai ini, karena dia sudah menjadi milik sahabatku.

Sudah berapa hari aku tak melihat dirinya. Bagaimanakah kabarnya kini?

Rindu rasa hati. Tapi apakan daya. Tangan tak sepanjang jalan tuk menggapai bintang-bintang. Aku hanya bisa memilikinya di dalam hati dan memori otakku.

Tak bisa lagi aku mendekap tubuh itu, atau merenung masuk ke dalam mata indahnya. Aku hanya bisa bersabar, dan penolongku hanyalah SHALAT

Ya Allah, Jika aku telah melakukan perkara itu karena mencari ridha-Mu dan mencari wajahmu-Mu, maka bahagiakanlah hatiku dari kepahitan JADAM ini.

Semoga aku dan dirinya dekat dengan-Mu ya Allah.

Allah, hamba ikhlas dia pergi (Doa puasa ke-13)

Ya Allah... Aku mencintai seorang lelaki. Dia juga mencintaiku. Kami hampir saja terayu. Lebih dari tercinta dan tersayang.

Ayah...

Ketika aku tertimpa kesulitan, berdepan dengan belitan beban mental, ia datang kepadaku mengucap... "Bersabarlah cintaku.. tetap tersenyum!"

Ketika dia dihujani renteta masalah, dia mendekap di kaharibaanku. Spontanitas saja aku membelainya seraya berucap "Kanda.. ada dinda di sini, Selalu ingat itu. Masalah bukan untuk disesalkan tapi untuk diselesaikan, Tersenyumlah. Jangan bersedih."

Kini engkau Ambil dia dariku, karena dia menjadi milik sahabatku.

Aku harus IKHLAS akan dengan keputusannya. Aku kini sendiri.

Ya Allah "Engkau karuniakan aku matahari. Tiba-tiba ribut dan petir melanda. Aku mencari keberadaan matahari ke ujung timur, selatan, barat dan utara. Rupa-rupanya Allah melahirkan PELANGI.

Ya Allah, Jika aku telah melakukan perkara itu karena mencari ridha-Mu dan mencari wajahmu-Mu, maka lapangkan aku dari kesulitan batu ini.

IKHLAS
Ikhlas adalah rahasia antara Allah dan hamba-Nya. Ia tiada diketehaui malaikat, sehingga ia tiada kuasa menuliskannya. Tiada pula diketahui setan, sihingga ia tiada kuasa merusaknya

Semoga dia bahagia, Semoga kami menjadi orang yang dekat dengan-MU

Hikmah Surah Al-Insyirah

Allah

Engkau karuniakan aku matahari.

Tiba-tiba ribut dan petir melanda.

Aku mencari keberadaan matahari ke ujung timur, selatan, barat dan utara

Rupa-rupanya Allah melahirkanku PELANGI

Sesungguhnya ada kemudahan di balik kesulitan.
Smangat.

Terima kasih Allah.

Allah, biarkan aku memelukmu

Terima kasih ya Allah...

Selalu ingatkan dririku untuk tersenyum lewat semesta masalah yang melilit hatiku. Tak mungkin masalah ini Engkau munculkan dalam jejalanan hidupku, jika aku tak mampu menjalaninya.

Banyak nikmat yang engkau berikan lewat ibadah yang tersulamkan dan bisa ku pertingkatkkan. Kepada Engkaulah tempat kembali yang kekal.

Allah, biarkan aku memelukmu

Jumat, 12 Agustus 2011

Hatiku Berdegup kencang

Hari ini aku mengajar di ruang 6.35. Ruang di mana dia menunjukkan SK itu. Ya Allah. Hatiku berdebar kencang. Berdebar kencang. Hingga hamba teringat akan dirinya. Dan seluruh kenangan hamba bersamanya.

Air mata mulai menetesi. Tanpa sadar aku meninggalkan peserta didikku yang kini lagi mengerjakan tugas mata kuliah Ananlisis Kesalahan Berbahasa. Ya Allah...

Bersambung...

Rindu...

Ya Allah.. Hamba rindu pada-Mu dan Ciptaan-Mu (Dalaf)

Kenapa SK orientasi kampus bisa ,Mengusik ketenangannya?

Ya Allah....

Hamba tak tahu kenapa Dalaf tak suka melihat SK Orientasi yang telah mencantumkan namanya di situ. Apa yang aneh dari SK tersebut?

Hamba bersyukur dia tidak bertemu dengan PD 1 yang telah memanggil hamba duluan sebelum dia mencari orang tersebut.

Hamba tidak mau, dia akan terusik dengan SK tersebut.

Berikanlah kebahagiaan kepadanya. Berikanlah kesabaran kepada Dalaf.

Dengarlah bisikan dinda "Sabar ya kanda. Ada dinda."

Terima ksih Allah.

Doa Puasa Ke-12

Terima Kasih Ya Allah... Engkau hadir dirinya di otak dan hatiku saat bintang-bintang masih mengantarkan aku untuk tidur setelah Engkau dan kedua orang tuaku Ya Allah Ya Rahman.

Terima Kasih Ya Allah... Engkau wujudkan dirinya di otak dan hatiku saat membuka mata dan bintang-bintang masih di raja tinggi menemaniku setelah Engkau dan kedua orang tuaku.

Ya Allah salahkah hamba mendoakan dia untuk selalu dekat dengan-Mu, di saat kini dia telah dimiliki oleh sahabat hamba sendiri Ya Allah Ya Rahman.

Ya Allah salahkah hamba merindukan Kehadirannya di setiap hirupan nafas setelah Engkau dan kedua orang tuaku, di saat sebentar lagi dia akan menikahi Meysa dan meninggalkan hamba Ya Allah.

Jika salah, Maka Bantulah hamba untuk selalu bertaubat kepada-Mu ya Allah ya Latif.

Hamba ingin kembali kepada-Mu ya Allah setelah hamba begitu banyak melakukan dosa bersama Garpu/

Masihkah ibadah hamba Engkau terima, ketika hamba terluka saat menikmati hubungan cinta bersama Dalaf ya Allah Yang Maha Pengampun?

Ya Allah bisakah hamba menjadi Roziah yang dulu, yag selalu mengutamakan Kesucian hati dan diri berbanding kepentingan dunia ini Ya Allah.

Ya Allah bisa hamba membersihkan noda-noda yangt tercoret di tubuh hamba dengan beribadah kepada-Mu?

Salahkah hamba masih mencintai Daun?

Dinda selalu bahagia jika mengingat Allah dan jika kanda bahagia.

Kamis, 11 Agustus 2011

Masa Laluku

Garpu yang LUCU

Berjauhan denganmu ternyata semakin mendekatkan hatiku dekat pada garpuku. Bagaimana tidak. Aku menghargai perasaannya.

Sungguh aku tak percaya, adindaku yaang cantik mengatakan sesuatu yang aneh padaku sore ini tentang Dalaf. Aneh atau LUCU.

Aku sendiri sukar membedakan pengertian kedua-dua kata tersebut. Suatu saat aku pasti bisa mengartikan makna yang terkandung pada kata yang meiliki 4 fonem yang berbeda tersebut.

Hmmm... Aneh atau LUCU?

Aku menulis ini, hanya ingin menjelaskan kepadanya. Bahwa aku tak pernah mengkhianatinya. Tak pernah mencari kabahagiaan lain untuk melupakannya. Jangan mengkhianati atau melupakannya, tidak mengingatnya sebentarnya saja aku tak bisa. Setiap mata berkedip setiap itu pula wajahnya muncul. Karena dia ada diatiku.

Dinda tidak membela diri dengan tulisan ini sayangku. Tapi dinda tak ingin kanda marah-marah. Karena rasa cemburu memang gak bisa kita bendung. Sama seperti dinda cemburu pada Mawar, India apalagi Meysa. Padahal dinda juga tau kanda sebentar lagi akan menjadi milik Meysa.

Kanda tak akan pernah kehilangan dinda. Karena dinda masih di sini menunggu kanda. menunggu setia janji yang telah kanda ucapkan untuk segera menikahi dinda.

Semua orang akan bilang dinda menyiksa diri. Padahal mereka salah sayangku. Dinda bahagia menunggu. Dinda pikir ini adil untuk dinda. Kita tak tahu apa yang terjadi besok. Belum tentu Allah nafas. Cukuplah kini dinda bisa merasakan kanda sayang sama dinda lewat cemburu yang membakar kanda.

Sabar ya sayangku... Dinda sayang kanda. Terimalah sendok dan garpu dari dinda.. Ikhlas dan tulus buat kanda. Meskipun kanda sudah terlupa akan itu. Maafin dinda ya sayang.. Dinda menghargai kanda. Dinda Menghormati kanda.

Tak percaya aku dia akan cemburu. Apalagi sama tetangga belakang.

Kandaaaa...

Ketika itu kami bertiga. Ada mahasiswa yang ke rumah di malam pertunangan kanda dengan Meysa. Kebetulan mahasiswa tersebut temannya riko. Saat Puji pulang kampung. Aku hanya sendiri. Lalu puji menelphone tetanggaku itu, Untuk menemaniku di rumah ketika itu. Cuma itu saja. Usai shalat tarawih, Mereka pada bubar. Aku tinggal sendiri memeluk cincin.

Mereka hanya menemaniku yang lagi patah hati saja. Patah hati yang tercipta untuk dinda. Kanda tak datang mendekapkan jaket yang biasa kanda lakukan setiap kali dinda kesedihan, bintangnya saja tak mau memberikan isyarat.

Beberapa saat aku coba untuk menciumi langit dengan hidung hatiku, agar langit mau menerbitkan bintang-bintang itu. Tapi dia tak terayu olehku, sama seperti Dalaf yang tak muncul-muncul.

Kanda bisa memaafkan dinda kan sayang. Jujur, tak ada yang bisa menggantikan kanda. Makanya dinda masih menunggu kanda.

Maafkan dinda ya sayang. Dinda hanya ingin kanda bahagia.

Terima kasih ya Allah, hamba masih dicintinya, saat dia sudah berpemilikan melalui rasa cemburunya. Hadiah-Mu sungguh indah. Engkau sungguh adil. Pembuat takdir yang adil untukku dan Dalaf.

Cemburu atau bahagia ???

Sungguh emang perasaan yang lucu yang aku rasakan ketika mendengar cerita dari adekku yang baru selesai sidang tapi belum wisuda ini. Aku merasa aneh dengan keadaan hatiku yang sekian hari semakin terpecah dan terbelah bagai hewan hemaprodit (berkelamin ganda) yang bisa membelah diri sesuka hatinya. Hati terasa suka tapi cemburu tak bisa aku pungkiri. Dalam heningan reruangan rehat dosen itu aku berusaha menahan diri untuk tidak mempertaruhkan kecemburuanku, akan tetapi aku tak bisa. Jujur aku cemburu entah kenapa. Mungkin hanya sedikit rizki yang bisa aku titipkan untuk dirinya. Diriku selalu alpha akhir-akhir ini. Diriku akan kehilangan sosok dia yang sebenarnya. Sosok dimana aku dulu ada menerangi setiap sela kegelapannya. Jujur aku cemburu, tak tahu yang kesekian kalinya untuk keshabaranku ...


Hari ini ku usahakan untuk bisa menyibuk diri, ku bertanya dengan teman-teman sejawatku, hal apa yang bisa melupakan sesuatu untuk kebaikan diri. Mereka mengatakan bawalah tidur atau lakukanlah sesuatu yang tidak bisa kamu lakukan. Sehingga kamu akan benar-benar penasaran untuk bisa melakukan itu. Itu adalah jawaban singkat mereka akan pertanyaanku.


Jujur sampai detik hari ini aku belum bisa melihat SK yang seharusnya aku terima dalam upaya orientasi kampuzzz tercinta, emang orang yang aku cari tentang kewajiban hal itu hari ini tak tampak batang hidungnya entah kemana. Aku yakin ada rahasia dibalaik rahasia, ada khikmah dibalik keshabaran dan ada jalan dibalik keikhlasan yang dibarengi ketulusan.

Hadiah untuk Dalaf berbuka Puasa


Sayang... hari ini dinda tak melihat kanda. Tapi Allah itu selalu adil buat kita. Meskipun kita tidak ketemu secara fisik. Hati kita di satukan oleh Allah.

Sayang ... Dinda ingin kanda bahagia dan selalu tersenyum. Makanya dinda masakin kanda Jelly warna ungu. Makanan kesukaan kanda. Sekalian dinda titip salam rindu dalam setiap nikmatan makanan jelly ini.

Siapapun yang menikmatinya nanti.. terselip doa untuk kanda. Kanda akan merasakan itu.

Sayang.. Dinda rindu Kanda. Hati dinda ingin memeluk kanda

Dalaf "Kanda adil kok.".. (Doa Puasa ke-11)

Terima kasih Ya Allah Yang Maha Adil.

Engkau selalu memberi ketabahan pada hatiku yang membuncah rasa cinta untuk Dalaf. Di posisiku yang tidak berembuk pada pembantaian logika, aku merasakan Allah selalu Adil kepadaku. Begitu juga Dalaf, dia selalu adil membuat sebuah keputusan.

Saat aku ingin memilikinya, dia tidak memilihku. Aku pikir, itu adalah keadilan dari Allah untukku melalaui Dalaf.

 
Pengertian adil yang diungkapkan Abu Mujahid mengartikan sebagai sikap moderat, obyektif terhadap orang lain dalam memberikan hukum, sering diartikan pula dengan persamaan dan keseimbangan dalam memberikan hak orang lain, tanpa ada yang dilebihkan atau dikurangi. Seperti yang dijelaskan Al Qur’an dalam surah Ar Rahman/55:7-9. “Dan Allah telah meninggikan langit-langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan) suapaya kamu jangan melampaui batas neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu”. Kata adil sering disinonimkan dengan kata al musawah (persamaan) dan al qisth (moderat/seimbang) dan kata adil dilawankan dengan kata dzalim. Dalam Al Qur’an kata adil dan anak katanya diulang sekitar 30 (tiga puluh) kali. Al Qur’an mengungkapkannya sebagai salah satu dari asma’ al husna Allah dan perintah kepada Rasulullah untuk berbuat adil dalam menyikapi semua umat yang muslim maupun yang kafir. Begitu juga perintah untuk berbuat adil ditujukan kepada kaum mukminin dalam segala urusan.
Dalam kehidupan, setiap saat aku merasakan adil. Bagaimana tidak, saat namaku kini diburuk-burukkan oleh orang-orang yang tidak senang denganku di berbagai pihak. Aku selalu mendapat kebahagiaan yang aku sendiri tak tahu kapan di mulainya. Hatiku selalu saja merasa bahagia meskipun aku diperkatakan secara tidak wajar.

Saya tetap saja diberikan oleh Allah sebuah senyum khas menurut kak Ema, mmm... lucu memang. Bagiku perkataan orang lain tak akan membuat aku sakit hati. Kecuali kalau aku dibentak-bentak.

Banyak yang mempertanyakan makna senyum yang aku punya saat ini. Padahal tak ada makna yang mendasar. Aku memang bahagia saja. Memang kadang aku sedikit terganggu jika sesuatu yang menyinggung soal hati. Tapi aku tak terlalu mempermsalahannya. Hingga terkadang ada teman-teman mengatakan aku tak punya hati, atau tak respek. Kadang aku senyum saja ketika lebel itu mereka lekatkan ke aku. Yah anggap saja ia. Padahal jujur saja itu tak benar. Aku sangat peduli soal hati. Aku khawatir jika orang-orang di sekitarku tersinggung olehku. Terluka oleh sikap dan kata-kataku.
Adilkah kita jika kita melukai orang lain?

Adilkah aku jika hatiku tidak merasa terluka saat aku dikecewakan?

Bagiku Adil. Kenapa begitu. Kalau aku dalam keadaan sehat, aku tidak akan merasakan sakit saat dikecewakan. Aku akan merasa sakit saat dikecewakan jika kondisi fisikku tak sehat.

Saat ini aku dalam kondisi yang bersemangat. Aku tidak merasakan kecewa.
Aku tak bisa bersama Dalaf, saat aku membutuhkan dia, aku juga merasa Allah Maha Adil, karena mengingat kenangan bersama Dalaf aku pikir sudah cukup. Aku merasakan Allah menjadikan Dalaf yang sangat adil.

Untuk menjawab pertanyaanmu tadi pagi,
"Kanda tak adil ya?"

Di sini dinda ungkapkan "Kanda adil kok." Walaupun di hari ini dinda tidak melihat kanda hari ini.

Satu doa dinda.. "Semoga Kanda, Dinda dan Meysa semakin dekat dengan Allah."
Terima kasih Allah.

Syukurku...

Terima kasih Allah, Terima kasih kanda.

Rabu, 10 Agustus 2011

Allah Maha Adil

Ya Allah.. Engkau Maha adil..

Engkau tau semua yang terjadi.

Doa Puasa ke-10 (Buat Winda Maniezz)

Aku berbicara dengan Yong (Hamdan Syakirin), abang kandungku. Dia menanyakan prihal Dalaf. Abang menyatakan tentang semua penghinaan Winda. Lalu abang mengirimkan semua penghinaan yang dikirim winda lewat sms. Sungguh aku tak percaya dia melakukan itu.

Aku ketik ulang semua sms yang dikirim abang kepadaku.


mequm.

ne dx na b'roziah yach. dh bc "cinta terlarang" wah keren yach, seorg dosen yg jd cth trnyta sk ganggu hub org, rebut pcr org. tk tkt karma tuch. muup y p'hamdan. sy tk sk liat org zdolim sm psgan.a. sy udh 2x digituin. sy diselingkuhin. skali lg muup yach, mw puasa neh. mequm

b'roziah ntu rebut tunangan org p'.pdhal tunangan p'zul tu dosen uir jg. liatlah inisial dalaf tu adlh afdal dosen uir yg mw nikah,smua dosen fkip tw tu bhkn sy mhsw.a n tmn2 sy tw tu. tp krn b'roziah mrka batal mnikah. sy salut da wnta tega spt b'roziah. kasian b'asty. pke blg2 akn menanti dalaf mnjd suami.a pula. sy gk nyngka adk bpk kek gt. liat catatan fb adk bpk. memuja dalaf pdhal tunangan org. tak brperasaan. smua dosen fkip jg tw p'. sy ja tw dr dosen fkip, tlg ajarin tu p'. karma brlaku.muup ye p'

pke blg cnta.a krn allah pula,pdhal b'roziah rebut tunangan org. ilang simpati sy liat dosen tega rebut tunangan tmn.a sndiri..ich kek gda lk2 laen ja. malu2 in. hrs.a jd cth baeg eh mlh ksh cth gmn cr memuja lk2 yg udh jd tunangan org. berjilbab cm jd tameng. sok agamis tp gk bermoral. sy ja wnta geram liat klkuan b'roziah. smpe td pun status fb.a akn setia mnunggu dalaf (p'zul afdal) mnjd suami.a. pantes status tunangan p'zul d fb d hapus. krn b'roziah si perusak hub org.

lo b'roziah g' ngaku, arti.a dy bohong. smua fkip uir tw hub terlarang mrka. sy ja mhswa tw dr dosen fkip jg. krma brlaku p'. lo suami.a d rbut org gmn? or sodara prmpuan bpk tuangan.a d rebut pa rs.a. wnta kok krg prsaan. nasehatin tuch p'. penampilan elok tp prilaku tk trjga. mksih, mohon muup lhr batin. mumpung mw ramadhan.

sy hrp bpk sbg abg bs mnsehati adk bpk.kasian kekasih.a p^zul. lo kekasih bpk d rebut pdhal udh mo mnkah,kira2 sakit hati g p? tlg nasehati b.roziah p.sy sbg wnta g mw mlhat wnta laen mnyakiti.sy g suka da org yg sk mrsak hub org.sy aktivis prmpuan.afwan. oy b.roziah tutup akun fb y p,sjk slsa dh g da? takut d cerca org y krn kzoliman.a? afwan.maaf lahir batin.marhaban y ramadhan.

Sungguh aku tak percaya dengan semua ini. Tapi ini adalah kebenaran.
 
Ya Allah... Hukumlah hamba jika semua perkataan Winda itu benar. Jika tidak, maka Ampunilah dosanya. Hamba tidak akan pernah merasakan sakit hati.
 
Ya Allah.. Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
 
Engkau Tuhan yang Maha Adil. Suatu saat Keadilan-Mu akan terbukti. Siapapun dia, Maafkanlah dia. Saya berterima kasih karena dia memperhatikan saya. Jadikanlah dia sebagai cerminan untuk saya melihat kejelekan apapun yang telah saya perbuat.
 
Terima kasih Allah... Terima kasih Winda. Terima kasih Yong. Adek akan ikuti semua permintaan keluarga. Allah akan memberikan yang terbaik buat adekmu ini. Yong tak usah khawatir. Yang penting Yong percaya saja pada adek.

Nikmat bertemu Kanda

Terima Kasih ya Allah. Terima kasih karena Telah mempertemukan aku dengan Dalaf di ruang dosen. Sungguh aku tak menyangka bisa melihat senyumnya hari ini. Setelah semalam.

Ternyata doa Shalat dhuhaqu hari ini dikabulkan. Aneh memang. Aku minta dipertemukan dengan Dalaf. Sungguh terasa nikmatnya.

Tak bisa aku lukiskan dan aku catatkan apa yang aku rasakan. Cuma kalimat ini

I Love Allah. I Love Dalaf.

Rindu Keluarga

Tiba-tiba saja aku teringat keluargaku di rumah. Bapak, Mak, Yong, Dek Nur, Dek Amran dan dek Ikhmal. Tentu enak ya bisa ngumpul sama mereka.

Semuanya.. Aku akan segera Pulang kepangkuan kalian. Aku lemah di sini

Aku tak akan pernah MARAH dengan keadaan ini

Terima kasih Ya Allah. Engkau menggerakkan hatinya untuk menyadarkan aku untuk selalu dekat dengan-Mu.

Ya Allah.

Apapau yang Engkau katakan lewat tulisannya, akan coba aku laksanakan. Sampaikan salam rindu dan terima kasih hamba padanya.

Ya Allah...

Hari ini aku belajar sesuatu yang paling berharga dalam hidupku karena aku ingin beribadah kepada-Mu ya Allah.

Ku lakukan semua ini untuk beribadah kepada-Mu. Hari ini engkau memberikan aku nafas yang ku hirup untuk aku beribadah kepada-Mu.

Aku bisa beribadah dengan Ilmu yang aku sampaikan. Hamba tidak akan pernah marah kepada-Mu. karena hanya engkau yang berhak marah kepadaku. Engkau yang telah menciptakan aku. Bagaimana hamba bisa marah kepada-Mu. Kepada ciptaanmu yang aku cinta saja, aku tak bisa marah saat dia minta aku memarahinya atau tidak.

Terima kasih ya Allah ya rahman. Engkau memberikan aku kesempatan kepadaku untuk beribadah kepadaku

Terima kasih ya Allah ya rahman. Engkau memberikan aku kemauan kepadaku untuk beribadah kepadaku

Terima kasih ya Allah, engkau menggerkakan hatinya untuk menghiburku.

Terima kasih untuk nikmatmu yang sangat banyak ini. Hamba bersyukur untuk nikmat yang tak pernah bisa hamba catat dan tulis, Nikmat yang tak bisa hamba hitung seperti hamba tak pernah bisa menghitung berapa banyak nafas tyang telah hamba hirup. Semoga hamba, Dalaf dan Meysa menjadi orang yang selalu dekat dengan-MU